Derita Pekerja Tambang di Obi, Saat Pengorbanan Demi Keluarga Berujung Dugaan Perselingkuhan ASN Guru dengan Pria Lain.

Admin RedMOL
0

Desa Loleo / Obi Selatan, RedMOL.id - Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang kepala keluarga selain mengetahui kepercayaan yang dijaga bertahun-tahun runtuh saat dirinya sedang berjuang demi orang-orang yang dicintainya. Kisah inilah yang kini dialami Fandi, seorang pekerja tambang di Pulau Obi yang mengaku menjadi korban pengkhianatan dalam rumah tangganya.

Di tengah kerasnya pekerjaan di sektor pertambangan yang menuntut waktu, tenaga, bahkan memisahkan dirinya dari keluarga dalam jangka panjang, Fandi mengaku tetap bertahan demi memastikan kebutuhan istri dan anak-anaknya terpenuhi. Namun perjuangan itu, menurutnya, justru dibalas dengan luka yang mendalam.

Kepada Tim Investigasi , Fandi mengungkapkan bahwa istrinya, Nurhaya Hi. Yusup, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bertugas sebagai guru di SD Negeri 228 Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, diduga menjalin hubungan asmara dengan pria lain bernama Aldi.

Dari informasi yang dihimpun, hubungan keduanya diduga telah berlangsung sejak September 2025. Dugaan tersebut tidak hanya menjadi pembicaraan di lingkungan keluarga, tetapi juga disebut telah diketahui oleh sejumlah warga sekitar.

Yang membuat persoalan ini semakin menyita perhatian, hubungan tersebut diduga berlangsung secara terbuka. Beberapa sumber menyebutkan Aldi kerap terlihat bersama Nurhaya tanpa memperlihatkan adanya upaya untuk menutupi kedekatan mereka. Bahkan, menurut pengakuan Fandi, pria tersebut diduga beberapa kali datang ke rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal istrinya.

Situasi itu semakin memukul perasaan Fandi setelah ia menerima informasi bahwa kedekatan keduanya diduga terjadi di hadapan anggota keluarga, bahkan disaksikan oleh Keluarga mereka sendiri. Bagi Fandi, hal tersebut bukan hanya menyangkut hubungan suami istri, tetapi juga menyentuh masa depan dan kondisi psikologis yang seharusnya mendapatkan lingkungan keluarga yang baik.

"Saya pergi bekerja bukan untuk bersenang-senang. Saya meninggalkan rumah demi mencari nafkah untuk keluarga. Karena itu saya sangat kecewa ketika mendengar hubungan mereka sudah berlangsung cukup lama. Yang membuat saya lebih terpukul, laki-laki itu tahu bahwa Nurhaya masih berstatus istri saya," ujar Fandi.

Ia mengaku awalnya tidak percaya dengan berbagai kabar yang beredar. Namun setelah memperoleh informasi dari keluarga dekat dan beberapa pihak yang mengaku mengetahui hubungan tersebut, kecurigaannya semakin menguat.

Kasus ini kemudian memunculkan sorotan terhadap tanggung jawab moral seorang aparatur negara. Sebagai tenaga pendidik yang setiap hari berinteraksi dengan peserta didik dan masyarakat, ASN dinilai memiliki kewajiban untuk menjaga etika, perilaku, serta nama baik institusi tempatnya mengabdi.

Atas dasar itu, Fandi berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan. Ia berharap ada penjelasan terkait mekanisme pembinaan maupun aturan disiplin yang berlaku terhadap ASN apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mencederai citra pelayanan publik.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa pengorbanan dalam sebuah rumah tangga tidak selalu berbanding lurus dengan kesetiaan. Ketika seorang suami mempertaruhkan waktu dan tenaga demi kehidupan keluarga, dugaan hadirnya orang ketiga dapat berubah menjadi luka yang tidak hanya menghancurkan hubungan pasangan, tetapi juga meninggalkan dampak sosial dan psikologis bagi anak-anak serta lingkungan sekitar.

"Saya hanya ingin kebenaran terungkap. Selama ini saya bekerja keras demi keluarga. Saya berharap ada kejelasan atas semua yang telah terjadi," pungkas Fandi ".Redaksi IBAM"

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)