HALMAHERA SELATAN, RedMOL.id - Ketika masyarakat Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, membutuhkan bantuan untuk menangani dampak bencana, alasan efisiensi anggaran menjadi jawaban yang diterima warga. Di sisi lain, anggaran Turnamen Bola Bupati Cup yang disebut mencapai Rp1 miliar kini dipersoalkan. Pertanyaan pun mengemuka: mengapa bantuan untuk keselamatan masyarakat harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran, sementara kegiatan olahraga dengan nama bupati disebut memiliki dukungan dana besar?
Persoalan ini disampaikan IBAM A. Haji Ali, salah satu tokoh muda Desa Babang yang mengaku berjuang mencari bantuan demi masyarakat. Ia menuturkan, permohonan bantuan telah disampaikan kepada pemerintah daerah, tetapi penanganan bencana hingga kini masih bergantung pada swadaya warga dan bantuan dari pihak lain.
Kronologi permohonan bantuan bermula pada 25 Juli 2026, saat pembukaan Turnamen Bola Bupati Cup. Dalam kesempatan tersebut, IBAM menemui Bupati Halmahera Selatan, Basam Kasuba, dan menyampaikan permohonan bantuan anggaran.
Namun, ketika bupati hendak meninggalkan lokasi, alasan efisiensi anggaran disampaikan sebagai jawaban atas permintaan tersebut.
“Saya mencoba meminta sedikit bantuan anggaran kepada beliau. Namun, ketika beliau hendak kembali dan meninggalkan lokasi, beliau menyampaikan alasan efisiensi anggaran. Mendengar jawaban tersebut, saya pun hanya bisa terdiam,” ungkap IBAM.
Keesokan harinya, IBAM membawa proposal permohonan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan. Kepala BPBD, Jakarudin, disebut menyampaikan bahwa tidak tersedia anggaran. Meski demikian, Jakarudin kemudian memberikan bantuan pribadi sebesar Rp500 ribu.
Upaya serupa dilakukan dengan mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di instansi tersebut, IBAM kembali menerima bantuan pribadi sebesar Rp350 ribu. Sementara itu, komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum memperoleh kepastian. Pesan WhatsApp yang dikirim, menurut IBAM, hanya dibaca tanpa tanggapan.
Bagi IBAM, situasi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin kebutuhan penanganan darurat masyarakat tidak memperoleh dukungan anggaran, bahkan dalam jumlah kecil.
Kekecewaan itu semakin terasa ketika ia mengingat pernyataan Wakil Bupati Halmahera Selatan yang pernah menyampaikan agar pemerintah tidak menunggu bencana besar baru bergerak.

“Jangan menunggu terjadi bencana besar baru bergerak,” demikian pernyataan wakil bupati yang dikutip IBAM.
Pernyataan tersebut, menurut IBAM, semestinya menjadi dorongan bagi dinas terkait untuk bergerak cepat menangani persoalan di Desa Babang.
Di tengah minimnya respons pemerintah yang diterima, IBAM bersama masyarakat memilih bergerak secara mandiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada Izudin Alqassam yang telah membantu 40 sak semen dan PT Babang Raya yang memberikan bantuan batu untuk pembangunan satu dam pasir.
Masyarakat, pemuda, dan pemudi Desa Babang turut bergotong royong mengumpulkan bantuan sesuai kemampuan. Sedikit demi sedikit, material dikumpulkan agar pekerjaan beton penanganan bencana dapat terus berjalan.
Namun, persediaan batu dan pasir kini telah habis digunakan. Beton sudah mulai berdiri, tetapi pengerjaannya baru mencapai sekitar setengah bagian. Pekerjaan masih membutuhkan bantuan lanjutan agar dapat diselesaikan.
Kekhawatiran warga semakin besar apabila hujan deras kembali turun sebelum pekerjaan rampung. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperparah keadaan dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.
IBAM menegaskan, warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait memberikan kepedulian dan respons nyata.
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap ada kepedulian dan respons nyata terhadap kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Kini, persoalan tersebut menempatkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan pada sorotan publik. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan kebutuhan penanganan bencana, masyarakat berhak mengetahui bagaimana prioritas anggaran ditetapkan serta sejauh mana pemerintah hadir ketika keselamatan warga membutuhkan tindakan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait permohonan bantuan warga Desa Babang maupun penjelasan mengenai anggaran Turnamen Bola Bupati Cup yang disebut mencapai Rp1 miliar.

