Pelepasan Purna Tugas Kepala SD Negeri 243 Halsel, Muhid Bahara: Air Mata Haru Iringi Akhir Pengabdian untuk Desa Jeret.

Admin RedMOL
0
HALMAHERA SELATAN, RedMOL.id — Suasana haru dan penuh kenangan menyelimuti kegiatan pelepasan purna tugas Kepala SD Negeri 243 Halmahera Selatan, Bapak Muhid Bahara, yang telah mengabdikan waktu dan tenaganya untuk dunia pendidikan serta masyarakat Desa Jeret.
Pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Masyarakat Desa Jeret, para guru, orang tua murid dan siswa-siswi SD Negeri 243 Jeret hadir memberikan penghormatan sekaligus mengantar Bapak  Muhid Bahara memasuki masa purna tugas.
Bagi masyarakat Desa Jeret, kepergian Bapak Muhid dari jabatan kepala sekolah bukan sekadar berakhirnya sebuah tugas. Momentum tersebut menjadi perpisahan dengan sosok pendidik yang selama bertahun-tahun hadir di tengah masyarakat dan ikut mengambil bagian dalam mencerdaskan anak-anak Desa Jeret.

Dalam sambutannya, Bapak Muhid  menyampaikan rasa terima kasih yang begitu dalam kepada seluruh masyarakat Desa Jeret.
Dengan penuh haru, ia mengenang perjalanan pengabdiannya selama berada di tengah masyarakat.
“Terima kasih banyak kepada masyarakat Jeret yang selama ini telah menerima saya untuk mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa,” ungkap Muhid Bahara.
Ia menyampaikan bahwa selama menjalankan tugas, tentu banyak pengalaman yang telah dilalui. Ada suka dan duka, ada kebersamaan, ada perbedaan, namun semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya sebagai seorang pendidik.
Bapak Muhid juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang selama ini menjadi rekan dalam menjalankan tugas pendidikan, serta kepada orang tua murid dan masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap sekolah.
Ia berharap meskipun dirinya telah memasuki masa purna tugas, hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Desa Jeret tidak akan pernah berakhir.
“Saya mohon maaf apabila selama menjalankan tugas ada tutur kata, sikap maupun tindakan yang kurang berkenan di hati masyarakat,” menjadi pesan penuh kerendahan hati yang disampaikan dalam suasana perpisahan tersebut.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Hi. Ansar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Muhid  atas waktu, tenaga dan pikiran yang telah diberikan selama mengabdi sebagai kepala sekolah SD Negeri 243 Jeret.
Menurut Hi. Ansar, pengabdian seorang pendidik tidak dapat diukur hanya dari lamanya seseorang memegang jabatan, tetapi dari seberapa banyak ilmu dan nilai kehidupan yang telah diberikan kepada generasi penerus.
“Terima kasih kepada Bapak Muhid Bahara yang selama ini telah menghabiskan waktunya untuk mengabdi, mendidik dan mencerdaskan anak-anak di Desa Jeret,” tutur Hi. Ansar.
Dalam sambutannya, Hi. Ansar juga menyampaikan pesan mengenai hikmah ibadah haji, terutama tentang kesabaran, keikhlasan, pengorbanan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna dalam momentum pelepasan, ketika seseorang harus mengakhiri satu fase pengabdian dan memasuki fase kehidupan yang baru.

Suasana semakin haru ketika Kepala Desa Jeret, Irfan Yusnan, S.Sos, menyampaikan sambutannya.
Irfan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Muhid  yang selama ini telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mendidik anak-anak Desa Jeret.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih banyak kepada Bapak Muhid yang telah menghabiskan waktunya untuk mendidik dan mengajar, serta mencerdaskan anak-anak yang ada di Desa Jeret,” ujar Irfan.

Dengan nada penuh haru, Kepala Desa Jeret mengungkapkan bahwa perpisahan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah bagi masyarakat.
Sosok Muhid Bahara telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Desa Jeret. Banyak anak yang pernah menerima ilmu, nasihat dan bimbingannya.

“Hari ini kami merasa haru dan sedih. Karena seorang guru yang selama ini bersama kita harus memasuki masa purna tugas. Namun kami percaya, jasa dan pengabdian Bapak Muhid tidak akan pernah hilang dari ingatan masyarakat Desa Jeret,” ungkap Irfan.
Ia berharap Muhid Bahara dapat menikmati masa purna tugas dengan penuh kebahagiaan, kesehatan dan ketenangan bersama keluarga.

Setelah rangkaian sambutan, suasana kembali meriah ketika siswa-siswi SD Negeri 243 Jeret tampil membawakan tarian Lalayon dan Togal.
Penampilan tersebut menjadi persembahan khusus dari para siswa untuk melepas sosok kepala sekolah yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka di sekolah.
Di tengah kemeriahan tarian, tersimpan suasana haru. Anak-anak yang selama ini mendapatkan pendidikan dan bimbingan dari para guru seolah memberikan pesan bahwa perpisahan jabatan bukan berarti berakhirnya hubungan antara seorang guru dan murid.
Kegiatan tersebut akhirnya menjadi sebuah kenangan bagi masyarakat Desa Jeret—sebuah penghormatan kepada Bapak Muhid , seorang pendidik yang telah memberikan waktu, ilmu dan pengabdiannya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Muhid Bahara. Terima kasih atas pengabdian, ilmu dan keteladanan yang telah diberikan. Jasa seorang guru akan selalu hidup dalam ingatan murid dan masyarakat.

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)