Bunga Low Disorot, Dugaan Human Trafficking Menguat di Halmahera Selatan.

Admin RedMOL
0
Istri Bunga Low 

Hal-Sel, RedMoL— Dugaan praktik human trafficking dan eksploitasi perempuan kembali mencuat dan mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan. Sorotan publik kini mengarah ke Cafe Bungalow Satu yang berlokasi di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, yang diduga menjadi lokasi beroperasinya praktik tidak manusiawi tersebut. Senin, 29/12.


Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal menyebutkan adanya pekerja perempuan yang diduga masih di bawah umur dan dipekerjakan sebagai wanita penghibur atau pemandu lagu (LC). Dugaan ini sontak memicu kemarahan publik, mengingat praktik tersebut berpotensi kuat melanggar hukum serta mencederai nilai kemanusiaan dan perlindungan anak.

Masyarakat kini mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak dugaan pelanggaran berat tersebut. Pasalnya, isu serupa disebut bukan kali pertama mencuat, namun hingga kini belum terlihat langkah tegas yang benar-benar memberikan efek jera.

“Jika benar terjadi, ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini kejahatan serius terhadap kemanusiaan. Aparat penegak hukum harus segera bertindak, melakukan penyelidikan terbuka, dan memberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu,” tegas salah satu tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Publik menilai, pembiaran terhadap dugaan praktik seperti ini hanya akan memperkuat kesan lemahnya penegakan hukum serta membuka ruang bagi kejahatan serupa terus berulang. Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar aparat terkait segera turun tangan, menutup celah pembiaran, dan memastikan hukum benar-benar ditegakkan secara adil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Cafe Bungalow Satu maupun pemilik usaha berinisial TS belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi oleh awak media masih terus dilakukan.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas aparat penegak hukum di Halmahera Selatan dalam menjaga marwah hukum serta melindungi generasi muda dari praktik eksploitasi yang merusak masa depan.



Redaksi:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)