Desa Yaba, RedMOL.id - Kabupaten Halmahera Selatan kembali diuji bencana alam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bacan Barat Utara sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari memicu banjir yang merendam pemukiman warga pada Rabu , sekitar pukul 03.00 WIT. Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya tiga Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan cukup serius dan satu rumah lainnya tergenang air.
Banjir datang saat sebagian besar warga masih terlelap, memaksa sejumlah keluarga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Hingga berita ini diturunkan, korban banjir terpaksa mengungsi di kebun maupun menumpang di rumah warga yang tidak terdampak, dengan kondisi serba terbatas.
Ketua Majelis Jemaat GPM Yaba, Pdt. Ince Lepertery, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan tiga keluarga yang terdampak yakni keluarga Bp. Will Tupan, Bp. Yohan Galela, dan Bp. Bill Nita. Dua di antaranya mengalami kerusakan rumah, sementara satu keluarga harus berhadapan dengan genangan air yang mengganggu aktivitas dan keselamatan penghuni.
“Kondisi saat ini, keluarga korban masih mengungsi. Mereka sangat membutuhkan perhatian, terutama bantuan kebutuhan dasar dan penanganan rumah yang rusak akibat banjir,” kata Pdt. Ince.
Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, segera turun langsung ke lokasi. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi krusial untuk memastikan keselamatan warga, terlebih cuaca di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Yaba masih melakukan konfirmasi serta pendataan lanjutan guna memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak. Sementara menunggu langkah resmi pemerintah, warga secara swadaya membersihkan sisa material banjir di sekitar pemukiman, meski dengan peralatan seadanya.
Banjir di Desa Yaba kembali membuka persoalan klasik penanganan bencana di wilayah rawan, di mana respon cepat sering kali bergantung pada inisiatif warga. Masyarakat berharap kejadian ini tidak hanya direspons secara darurat, tetapi juga diikuti solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap pemerintah segera hadir dan membantu warga, jangan sampai korban dibiarkan terlalu lama menghadapi kondisi sulit seperti ini,” tutup Pdt. Ince Lepertery.
