Halmahera Selatan, RedMOL.ID - Hujan deras yang mengguyur Desa Babang sejak pukul 10.00 WIT, Kamis (11/6/2026), menyebabkan sejumlah titik permukiman warga kembali terdampak genangan air. Hingga berita ini diterbitkan pada pukul 13.30 WIT, hujan masih terus turun dengan intensitas tinggi.
Warga mengaku kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi. Mereka menilai persoalan utama berasal dari Kali Mati atau alur sungai yang sudah tidak lagi dialiri air secara permanen sehingga tidak mampu berfungsi sebagai jalur pembuangan air saat curah hujan meningkat.
Sejumlah warga menyebut pemerintah daerah sebenarnya telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret maupun pekerjaan fisik untuk mengatasi persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.
“Sudah beberapa kali pemerintah datang lihat lokasi. Wakil bupati juga sudah dua kali datang, tapi hanya foto-foto lalu pulang. Sampai sekarang belum ada realisasi apa pun,” kata Bibi Yati, warga Desa Babang yang terdampak genangan.
Menurut warga, normalisasi Kali Mati menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah meluasnya dampak banjir yang berpotensi merusak rumah, kebun, maupun fasilitas umum di desa tersebut.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, genangan air juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia. Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti hasil peninjauan yang telah dilakukan sebelumnya dengan program penanganan yang nyata dan terukur.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait langkah penanganan yang akan dilakukan terhadap kondisi Kali Mati di Desa Babang.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan seremonial, tetapi juga segera merealisasikan solusi yang dapat mengurangi risiko banjir dan genangan air yang terus menghantui warga setiap kali hujan deras turun.
“Kami tidak butuh janji lagi. Yang kami harapkan sekarang adalah tindakan nyata agar masalah ini bisa selesai dan warga tidak terus menjadi korban setiap musim hujan,” tutup Bibi Yati. Redaksi
