Petani Desa Goro-Goro Masih Panen dan Olah Padi Secara Manual, Ketua Kelompok Tani Minta Pemerintah Segera Turun Tangan.

Admin RedMOL
0
Dokumentasi petani ladang desa goro-goro 


Goro-Goro, redmol.id Bacan Timur — Petani padi ladang di Desa Goro-Goro, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini masih mengandalkan peralatan tradisional dalam proses panen dan pengolahan hasil pertanian. Padi yang telah dipanen diolah menjadi beras dengan cara ditumbuk menggunakan lasong serta peralatan sederhana seperti loyang, tanpa dukungan mesin pertanian modern.
Kelompok tani yang berjumlah sekitar tujuh orang mengaku proses panen dan pengolahan padi secara manual sangat melelahkan dan memakan waktu lama. Keterbatasan sarana dan prasarana pertanian modern membuat produktivitas beras tidak maksimal, meski potensi hasil panen cukup besar.
Salah satu petani, mariyam Soamole (45), mengatakan mereka terpaksa bekerja secara manual karena belum pernah mendapatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah.
“Kalau ditumbuk manual seperti ini sangat capek. Dalam satu hari hanya bisa sedikit. Kalau ada mesin, kami bisa kerja lebih cepat dan hasilnya lebih banyak,” ujarnya.
Petani lainnya, Reni Kailul(33), juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada petani ladang.
“Kami petani kecil tidak mampu beli mesin sendiri. Harapan kami pemerintah bantu, supaya kami bisa jadi petani maju, bukan petani tradisional terus,” katanya.
Ketua Kelompok , Ibu Janiang Sangaji, menegaskan bahwa petani di desanya sangat membutuhkan kehadiran pemerintah dalam bentuk bantuan alat pertanian modern. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, petani akan terus tertinggal dan sulit meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
“Kami sudah berkali-kali sampaikan kebutuhan alat pertanian. Petani di sini siap maju, tapi pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan hanya janji program,” tegasnya.
Kondisi ini mencerminkan masih minimnya perhatian terhadap modernisasi sektor pertanian di wilayah pedesaan. Program pertanian modern sering disampaikan dalam pidato dan perencanaan, namun realitas di lapangan menunjukkan petani masih bergantung pada metode tradisional yang menguras tenaga dan waktu.
Mengunakan Alat tradisional 


Masyarakat Desa Goro-Goro berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pertanian segera menyalurkan bantuan mesin perontok padi, mesin penggiling beras, serta pelatihan teknis bagi kelompok tani. Bantuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan desa.
Tanpa dukungan nyata dari pemerintah, petani ladang di Desa Goro-Goro dikhawatirkan terus tertinggal dalam proses modernisasi pertanian, sementara kebutuhan ekonomi masyarakat desa terus meningkat.





Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)