Diduga Lepas Tangan, Pemerintah Daerah Dinilai Tidak Serius Menyelesaikan Permasalahan Proyek Desa Jojame.

Admin RedMOL
0


Halmahera Selatan, RedMOL.id - Permasalahan proyek pemasangan instalasi listrik dan pengadaan meteran listrik warga Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Kondisi tersebut memunculkan penilaian dari sejumlah pihak bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan terkesan lepas tangan terhadap persoalan yang telah berlangsung cukup lama itu.

Proyek yang bersumber dari APBDes Desa Jojame Tahun Anggaran 2023 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp378.650.000 tersebut sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor lokal Fahmi Bin Usman berdasarkan perjanjian resmi bersama Pemerintah Desa Jojame.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan disebut telah berjalan dan sebagian besar instalasi listrik warga telah dipasang. Namun setelah terjadi beberapa kali pergantian penanggung jawab di tingkat desa, proses pembayaran dan penyelesaian pekerjaan justru menjadi tidak jelas.

Fahmi Bin Usman mengaku telah berulang kali berupaya mencari penyelesaian melalui komunikasi, musyawarah desa, hingga jalur hukum. Akan tetapi hingga saat ini dirinya belum memperoleh kepastian terkait hak pembayaran maupun penyelesaian kerugian yang dialaminya.

Menurut Fahmi, pemerintah daerah seharusnya hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan yang menyangkut penggunaan dana desa dan kepentingan masyarakat. Namun yang terjadi justru sebaliknya, di mana persoalan tersebut dinilai dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah penyelesaian yang konkret.

“Masalah ini sudah berlangsung lama, tetapi sampai sekarang belum ada penyelesaian yang jelas. Kami berharap pemerintah daerah tidak tutup mata dan tidak lepas tangan terhadap persoalan yang terjadi di Desa Jojame,” ujar Fahmi Bin Usman.

Kerugian yang dialami Fahmi diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta. Sementara total belanja pekerjaan dan pengadaan material disebut hampir mencapai Rp300 juta.

Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang dinilai belum mengambil langkah tegas untuk memperjelas tanggung jawab para pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Fahmi Bin Usman berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat segera turun tangan dan membuka ruang penyelesaian yang adil dan transparan. Ia juga meminta perhatian langsung dari Bupati Halmahera Selatan, Basam Kasuba, agar persoalan proyek Desa Jojame tidak terus berlarut-larut dan merugikan masyarakat maupun kontraktor lokal. Delvia S

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)